Selayang Pandang

Provinsi Banten lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten bersamaan dengan mulai dilaksanakannya otonomi daerah yang sarat dengan semangat kemandirian yang bertumpu pada keragaman potensi daerah sehingga memiliki kesempatan untuk menyusun pemerintahan yang baik (good governance) demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Banten. Biro Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas pokok membantu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat untuk melaksanakan pembinaan, koordinasi, evaluasi dan perumusan kebijakan di bidang agama, kepemudaan, olahraga, pendidikan dan kebudayaan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, kependudukan dan catatan sipil, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, pariwisata, sosial, kesehatan, serta fasilitasi urusan agama.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, tugas dan fungsi pemerintahan pun berjalan dinamis, begitupun dengan dinamika kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dimana dimensi sosial, penanggulangan kemiskinan ada didalamnya dan mempunyai kedekatan langsung dengan visi kemandirian dan kesejahteraaan sesuai Visi RPJMD Provinsi Banten 2017-2022, dan Penjabaran makna dari Visi dan Misi Provinsi Banten Tahun 2017-2022 yang harus diimplementasikan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Provinsi Banten adalah secara bersama-sama mewujudkan rakyat Banten yang lebih sejahtera dan berakhlakul karimah melalui peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik.

Upaya-upaya mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan rakyat yang tidak melekat secara langsung pada TUPOKSI Biro kesejahteraan Rakyat namun merupakan Pelayanan yang tak kalah penting yang dilakukan Biro Kesra adalah dalam pelayanan pemberian hibah bidang keagamaan setiap tahun. Sesuai visi akhlakul karimah Gubernur Banten, Pemerintah Provinsi Banten selalu memberikan hibah bagi lembaga keagamaan, pondok pesantren, masjid dan mushola, majlis ta'lim dan organisasi kegamaan lainnya yang nilai dan jumlah penerimanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan pada tahun 2020, Biro kesra direncanakan menyalurkan bantuan kepada calon penerima 3.926 pondok pesantren dengan nilai mencapai 117,78 Milyar.

Selain itu, Peningkatan dan Pengembangan Peran UPZ Baznas Provinsi Banten yang terbentuk pada 29 Mei 2019 sebagai langkah Optimalisasi Pengumpulan Zakat Pendapatan ASN Pemerintah Provinsi Banten dari Tunjangan Kinerja Sampai Akhir Tahun 2019 sudah mencapai Rp 10,9 Milyar dan berkonstribusi bagi peningkatan kesejahteraan guru ngaji, santunan panti asuhan, yatim piatu, bea siswa SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi, pemberdayaan budidaya pertanian,bantuan bidang sosial berupa kaki palsu, kursi roda, bantuan LKSA berupa kebutuhan panti, sunatan massal, bantuan pesantren dan masyarakat, bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan sarana masjid, musala, bantuan pengobatan, santunan untuk OB, tenaga kebersihan dan beberapa kegiatan lainnya.